Persaingan di segmen kendaraan listrik perkotaan kian memanas seiring kehadiran model-model terbaru dengan spesifikasi yang terus ditingkatkan. Salah satu yang paling dinanti adalah pembaruan menyeluruh pada BYD Seagull, yang dikenal di pasar internasional dan Indonesia sebagai BYD Atto 1. Mobil ini baru saja terdaftar secara resmi dalam katalog deklarasi peraturan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok atau MIIT per 10 Juli 2026, menandai dimulainya babak baru bagi hatchback listrik yang paling laris di dunia ini.
Pendaftaran ini bukan sekadar penyegaran tampilan luar, melainkan perombakan mendasar pada arsitektur kendaraan. BYD mengubah hampir seluruh aspek utama, mulai dari ukuran bodi, ruang kabin, hingga tenaga penggerak, menjadikan model terbaru ini semakin dekat dengan kelas mobil listrik ukuran menengah yang lebih luas jangkauannya.
Dimensi Membesar, Jarak Sumbu Rupa Diperpanjang
Perubahan paling langsung terlihat pada ukuran fisik kendaraan. Berdasarkan dokumen resmi yang diunggah MIIT, BYD Seagull versi baru ini memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm. Angka ini mencatat peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya yang berukuran lebih kompak.
Yang paling mencolok adalah jarak sumbu roda atau wheelbase yang kini melar menjadi 2.650 mm. Angka ini naik sekitar 150 mm dari model lama, sementara panjang total bodi bertambah hingga 425 mm. Alhasil, posisi dimensi Seagull baru ini kini semakin mepet dengan kakaknya sendiri, yaitu BYD Dolphin yang memiliki panjang sekitar 4.290 mm.
Peningkatan ukuran ini membawa dampak langsung pada ruang kabin. Penumpang belakang mendapatkan ruang kaki yang jauh lebih lega, sementara kapasitas bagasi diperkirakan juga bertambah. Ini menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan mobil listrik perkotaan yang tetap nyaman untuk perjalanan jarak menengah tanpa mengorbankan kelincahan di jalan sempit.
Performa Motor Melonjak Hingga 95 kW
Seiring dengan makin besarnya dimensi, sektor dapur pacu juga mendapat peningkatan yang cukup drastis. BYD membekali model terbaru ini dengan motor listrik sinkron magnet permanen berkode TZ164XYB yang diproduksi langsung oleh Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd.
Motor baru ini mampu menghasilkan daya puncak hingga 95 kW atau setara dengan 127 tenaga kuda. Jika dibandingkan dengan generasi terdahulu yang hanya mengandalkan tenaga 55 kW atau sekitar 75 tk, peningkatannya mencapai lebih dari 70 persen. Kecepatan maksimum yang disertifikasi pun naik menjadi 150 km/jam, membuatnya lebih percaya diri saat melaju di jalan raya antar kota.
Sistem penyimpanan energi tetap mengandalkan teknologi baterai andalan BYD, yaitu jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) atau yang dikenal sebagai Blade Battery. Pemasoknya adalah Shaoxing FinDreams Battery Co., Ltd, anak perusahaan BYD yang khusus menangani pengembangan dan perakitan sel baterai. Meskipun belum disebutkan secara rinci kapasitas pastinya, diprediksi akan ada peningkatan untuk menyeimbangkan bobot dan tenaga baru ini.
Varian Bobot dan Opsi Penampilan
Bertambahnya ukuran dan tenaga tentu berpengaruh pada bobot kendaraan. Dokumen resmi mencatat dua varian utama yang didaftarkan. Varian standar memiliki bobot kosong sekitar 1.180 kg dengan bobot total maksimum mencapai 1.555 kg. Sementara varian tertinggi atau yang lebih lengkap fiturnya memiliki bobot kosong 1.255 kg dan bobot kotor maksimum 1.630 kg.
Untuk menarik perhatian konsumen muda, BYD menyediakan beragam opsi penyesuaian tampilan eksterior. Mulai dari desain pelek dengan bentuk aerodinamis yang berbeda, aksen kosmetik pada bagian spatbor, side skirt, hingga berbagai pilihan emblem identitas model. Semua varian tetap mempertahankan konfigurasi kabin untuk lima penumpang dan menggunakan ban standar berukuran 205/60 R16.
Nama Pasar Global dan Peningkatan Fitur Cerdas
Di pasar internasional, strategi penamaan tetap disesuaikan dengan wilayah penjualan. Selain nama aslinya di Cina, yaitu BYD Seagull, model ini akan dikenal luas sebagai BYD Atto 1. Di beberapa kawasan lain, pabrikan juga menggunakan nama alternatif seperti BYD Dolphin Surf maupun BYD Dolphin Mini agar lebih mudah diingat konsumen setempat.
Pada sisi teknologi keselamatan dan bantuan pengemudi, model baru ini mulai mengadopsi perangkat yang lebih canggih. Salah satu peningkatannya adalah tersedianya opsi kamera terintegrasi pada lampu rem tinggi di bagian belakang. Hal ini menguatkan spekulasi yang beredar belakangan, di mana unit uji coba kendaraan ini sempat terlihat menggunakan sensor LiDAR yang menjadi dasar sistem mengemudi otonom tingkat lanjut.
Langkah pembaruan besar ini menjadi bukti komitmen BYD untuk terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik global. Model yang sudah terjual jutaan unit ini kini hadir dengan ukuran dan kemampuan yang lebih matang, siap bersaing tidak hanya di segmen mobil kota, tetapi juga mulai menjangkau pembeli yang menginginkan kendaraan serbaguna sehari-hari.
Informasi lebih rinci mengenai harga resmi, pilihan kapasitas baterai, serta estimasi jarak tempuh baru dijadwalkan menyusul mendekati jadwal peluncuran perdana yang diperkirakan berlangsung pada kuartal terakhir tahun 2026. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan resminya melalui situs resmi BYD Global dan laman otoritas MIIT Tiongkok.



